Puluhan Siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu  (SMA IT) Harapan Bunda menyambangi kantor DJP Wilayah Jawa Tengah I, di Jalan Imam Bonjol 1 D, Rabu (25/01/2023) pukul 09.00 pagi.

pls2
Peserta PLS di kantor DJP Jawa Tengah I
pls doa
Ustadz Muhtadi, Al HAfidz saat memimpin doa

Mengenakan seragam JSIT berwarna biru muda, para siswa yang terdiri atas 74 siswa tampak antusias mengikuti kegiatan itu, ditemani beberapa guru pendamping. Diawali dengan doa yang dipimpin oleh Al Hafidz, Ustadz Muhtadi. Tentunya agar acara yang dilaksanakan berjalan lancar dan penuh makna. Sebagai bentuk rasa cinta tanah air seluruh peserta PLS menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan penyampaian video sambutan oleh Direktur DJP Jawa Tengah I Bapak Suryo Utomo.

pls ind raya
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
vid
Video sambutan Direktur DJP Jawa Tengah I Bapak Suryo Utomo.
pls kepsek
Sambutan Kepala SMA IT Harapan Bunda

Pembuka dalam acara tersebut Ustadz Ali Mustofa, L.c., M.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampaikan kepada para siswa agar kegiatan PLS ini yang dilaksanakan tiap semester yang pada hari ini pelaksanaannya di kantor Pajak. Harapannya agar para siswa mendapatkan wawasan yang luas tentang perpajakan serta tentunya dapat membentuk siswa untuk menjadi warga negara yang taat dan cinta negeri

 Sebelum sesi pemaparan dimulai, Bapak Gatut Nugroho sebagai Wakil Kepala Seksi Penyuluhan turut hadir bersama para divisinya menyambut hangat beserta pihak-pihak lain. Dalam sambutannya, beliau membuka hal yang umum apa itu Pajak? Hal yang yang ditekankan oleh beliau bahwa “perpajakan itu tinggi sekali peranannya dalam pembangunan. Hal ini terlihat dari penerimaan APBN ternyata lebih dari 80% sumbernya dari pajak.”

Hal inilah yang semakin membuat siswa ingin mendalami lebih jauh perihal perpajakan. Apabila para siswa sudah “kenal” maka akan lebih sayang lagi dengan pajak, ungkapnya. Yang pada akhirnya akan patuh terhadap aturan-aturan pajak ini adalah bagian dari sikap cinta tanah air. Para siswa adalah calon wajib pajak, yang nantinya menjadi pengusaha dan pejabat di masa depan, tentunya akan selalu bersinggungan dengan pajak. Maka tidak salah siswa untuk menimba ilmu lebih dini.  

 

 

Pemaparan materi oleh Ibu Laila Nurhasanah

Awalnya masih bingung karena masih asing tentang dunia perpajakan apalagi siswa yang saat ini sedang menempuh jenjang kelas X dan XI, dalam pelajaran Ekonomi pun belum diajarkan mengenai pajak, namun untuk kelas XI sudah disinggung sedikit mengenai pajak. Mereka tetap semangat untuk memperhatikan pemaparan yang disampaikan Ibu Laila Nurhasanah, bahkan ada salah satu siswa dari kelas X dan kelas XI menyampaikan satu pertanyaan kepada beliau, Naili kelas XI mempertanyakan tentang KP2K sedangkan Luthfi kelas XA menanyakan mengenai pajak penghasilan, cukup membuat mereka menjadi lebih tahu mengenai Kementerian Keuangan, visi-misi, fungsi dan struktur organisasi di Kementerian Keuangan tersebut.

luthfi
Sesi tanya jawab

Pada sesi pemaparan kedua, “Penasaran bagaimana APBN itu apa dan bagaimana seperti yang disampaikan Bapak Gatot di awal sambutannya tadi”, menjadikan bapak Ganung Harnawa sebagai narasumber kedua meminta siswa menjawab kepanjangan dari APBN? Dengan semangat Zahra kelas XA menjawab pertanyaan tersebut dengan antusias, bahkan pada sesi ini tak henti-hentinya interaksi antara narasumber dan audiens semakin intens menjawab pertanyaan yang disampaikan narasumber yang akrab dengan yel yel unik ala Dirjen Pajak serta akrab menyapa siswa dengan sapaan adik-adik, Mereka begitu antusias menjawab pertanyaan yang disampaikan beliau. Dengan Bahasa yang mudah dimengerti oleh generasi muda saat ini, tidak hanya disampaikan secara teoretis saja tetapi mengkesplore pengalaman mereka selama ini yang berhubungan dengan pajak. Misalnya, ketika beliau menanyakan “apakah mereka pernah membayar pajak?”, dengan spontan siswa menjawab belum, padahal ketika membeli baju, makan di restoran, kemudian pajak kendaraan bermotor itu bagian dari

 

membayar pajak, tetapi ada yang salah kaprah ketika orang-orang membayar tagihan PLN dengan istilah pajak listrik, membayar PDAM disebut pajak air. Bahkan seringkali pada saat orang tua ketika membayar tagihan air dengan mengatakan,”le/nduk tulung bayarno pajak air / pajak listrik?”, padahal itu bukan bayar pajak, imbuhnya. Mendalami hal tersebut Bapak Ganung mencoba menampilkan sebuah materi di layar LCD “pengertian pajak”. Lalu spontan Azalia kelas XA mencoba membacakan tampilan di layar tersebut dengan tepat dan jelas.

tj
hafi

Pada sesi yang ketiga, yang tentunya pemahaman siswa sudah semakin banyak dan mendalam karena yang disampaikan Ibu Laila dan Bapak Ganung pada sesi sebelumnya sangat memberi pencerahan bagi mereka, sehingga ketika para siswa mendapatkan pertanyaan seputar sumber pendapatan pajak, tidak tanggung-tanggung antusiasme mereka ingin menjawab spontan sangat tinggi, terlihat dari spontanitas dari Haikal dan Queena kelas X, Hafi dan Hanum kelas XI MIPA, serta Daniya kelas XI IPS.  Hal ini justru semakin membuat mereka semakin ingin mengetahui lebih dalam perihal ilmu perpajakan.

Seperti pada kesempatan yang ketiga yang semakin seru  dibawakan oleh ibu Rizky Keroshinta, materi mengenai kewajiban pajak DHBL (Daftar, Hitung, Bayar, Lapor), NIK nantinya akan menjadi NPWP yang mekanismenya akan diatur bagi yang berpenghasilan saat ini di angka Rp. 4.500.000/bln, jadi NIK sebagai NPWP tidak serta merta wajib pajak mahasiswa/pelajar ini wajib melakukan pembayaran pajak, tetapi harus ditambah dari penghasilan yang diterima. Jadi diaktifkannya ketika sudah memiliki penghasilan. 

Konsep Hitung-Bayar, pemikirannya dari siapa yang memberi penghasilan, yaitu ketika seorang pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan, gaji yang diterima dari bendaharanya masing-masing, maka kewajiban hitung dan membayar akan dilakukan oleh bendahara bagian keuangan masing-masing, jadi teman-teman tidak perlu repot menghitung dan melakukan pembayaran kalau penghasilannya itu dibayarkan oleh pemberi kerja. kemudian bagaimana kalau seorang penjual / usahawan yang “bagaimana melakukan penghitungan dan pembayaran pajaknya?”,

 

mtr 3

yaitu si penjual yang punya usaha. Jadi wajib pajaknya adalah si penjual, caranya sangat mudah.  Bagi pelaku UMKM itu cukup 0,5% dari omzetnya. Jadi penghitungannya gampang sekali misalnya, omsetnya Rp. 100juta/ bulan maka x 0,5% itu pajak yang harus dibayarkan. Tetapi ada ketetapan yang diberlakukan bagi pelaku usaha yang dikenakan pajak, yang ber omzet Rp. 500juta/tahun, jadi yang di bawahnya   tidak dikenakan wajib pajak

Yang terakhir adalah Lapor, ketika sudah membayar pajak, hal yang wajib dilakukan oleh seorang wajib pajak adalah Lapor SPT Tahunan, yaitu syarat kita untuk mempertanggungjawabkan penghasilan yang kita terima atau pajak yang kita bayarkan. Mekanismenya sangat mudah saat ini sudah secara online.

Pada kesempatan diskusi, Ibu Rizky membuka sesi tanya jawab, ada penyampaian pertanyaan dari saudari Shofiyyah dan Alya dari kelas X. Pertanyaan shofiyyah memang cukup membuat audiens terkaget karena mempertanyakan, apakah judi online dikenakan wajib pajak? Sedangkan Alya menanyakan jika di sebuah negara maju yang memiliki pajak dengan rata-rata tinggi serta masih masih  berpengaruh juga pada hutang / pinjaman luar negeri. “Apakah dengan menaikkan pajak di Indonesia menjadi negara maju, di samping itu dengan pendapatandan SDM Indonesia yang masih tergolong rendah”.

sofi

Tibalah Pembawa Acara menutup rangkaian acara PLS, terlaksana kurang lebih selama 2 jam, tepat pukul 11.45 acara telah ditutup. Pada kesempatan terakhir penyerahan kenang-kenangan dari DJP dan SMA IT Harapan Bunda yang diwakilkan oleh Wakil Kepala Penyuluhan Seksi Penyuluhan Bapak Gatot Nugroho serta Ustadz. Ali Mustofa.

pls plakat

Kegiatan  ini merupakan field trip di mana pembelajaran tidak hanya didapatkan di sekolah, melainkan juga di luar sekolah. Harapan dari divisi pajak, kegiatan ini tak hanya sampai di sini saja melainkan para siswa diharapkan mampu mengimplementasikan apa yang telah didapatkan dan berbagi ilmu kepada rekan-rekannya / masyarakat sekitar.

“Semoga kegiatan positif ini yang bekerjasama dengan DJP Jawa Tengah I tetap terus berlanjut, dan semua divisi berharap siswa SMA IT Harapan Bunda nantinya akan bergabung menjadi bagian dari kami,” harapnya

pls poto bareng
pld poto bareng 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *